Sabar Stadium Akhir

Sabtu 6 maret 2010 : Mengumpulkan kelengkapan berkas untuk meminta “surat keterangan belum mendapat beasiswa” di BAK kampus. Surat keterangan bisa diambil dua minggu kemudian.

Sabtu 20 Maret 2010: seperti yang dijanjikan, sy kembali ke BAK mengambil surat keterangan belum mendapat beasiswa. Di computer BAK, surat atas nama Nur Khamidiyah telah dibuat. Itu artinya surat tersebut sudah diprint dan dimintakan tanda tangan. Akan tetapi setelah dicari ditumpukan surat2 serupa, ternyata surat atas nama Nur Khamidiyah tidak ada. Dengan sabar saya akan tunggu minggu depan.

Senin, 22 Maret 2010: Kembali lagi ke BAK dan meminta kembali surat yang saya butuhkan. Setelah dicari petugasnya bilang kalau surat saya belum jadi. Padahal di computer sudah ada.

Diah : “mbak, sy sengaja menyerahkan berkas jauh2 hari agar surat saya bisa diselesaikan tepat waktu, dan tidak mendesak petugas BAK . akan tetapi sudah dua minggu surat sy belum jadi, padahal teman2 saya yang pengumpulannya bahkan lebih lambat dari saya, surat milik mereka sudah jadi. Mbak sendiri juga sudah cek dikomputer kalo surat saya sudah dibuatkan. Kalau surat saya hilang, berarti yang bertanggungjawab dalam hal ini adalah petugas BAK. Tolong saya diberi solusi.”

Petugas :  “kemungkinan suratnya masih dimintakan tanda tangan mbak”.

Diah: “kalo gitu kapan pastinya suratnya bisa jadi, masalahnya hari sabtu ini pengumpulan terakhir beasiswa.”

Petugas: “saya gak bisa pastikan mbak, itu tergantung apakah suratnya sudah ditandatangani belum, lebih baik hari rabu mbak kembali lagi kesini.”

Diah : “oke.”

Rabu, 24 Maret 2010. Kembali ke BAK dengan perasaan tidak enak, dan merasakan kesabaran di stadium akhir. Jika saya sudah berusaha patuh mengikuti prosedur yang ada, maka saya berhak menuntut hak yang belum saya peroleh. Tidak salah, keadaan di BAK pagi ini sudah saya prediksikan akan terjadi seperti ini. Kali ini karyawan BAK yang turun tangan menangani kasusku.

(percakapan harus disensor)

Intinya kami sempat panas ketika saya berusaha menyampaikan keluhan tentang surat yang tak kunjung jadi melebihi deadline yang telah dijanjikan. Dalam posisi ini saya tetap menampilkan ekspresi bersahabat meski hati sudah terlanjur mendidih. Akan tetapi usahaku tidak disambut dengan baik. Padahal yang seharusnya nyolot itu saya. Akhir kata, saya minta jaminan bahwa surat saya memang benar2 tidak hilang dan akan saya dapatkan sebelum hari terakhir pengumpulan beasiswa datang. Karyawannya dengan nada tinggi bilang “saya yang akan menjamin, nanti smpyn kembali lagi ke sini”. Meski dongkol juga hati ini, tapi setidaknya aku mendapatkan kepastian hukum.

Saya pribadi sebenarya tidak ingin menyalahkan siapa2 tentang pelayanan yang bagaimana. Hanya saja jika surat saya memang benar2 hilang, agar mulai hari ini dicarikan solusinya seperti diprintkan surat lagi dan dimintakan tanda tangan bersama surat lain yang belum ditandatangani. Atau dicarikan solusi lain agar masalah kecil ini segera selesai. Daripada saling angkat tangan dengan dalih masih dimintakan tanda tangan atau yang lain, dan ternyata surat saya tak pernah ada sampai hari terakhir pengumpulan berkas beasiswa, maka saya akan rugi besar, dan pihak BAK berarti telah gagal menerapkan prinsip “Melayani dengan Baik”.

Gara-gara masih grundel tentang surat yang tak kunjung jadi. Saya akhirnya lupa pergi ke fakultas untuk lihat pengumuman kelulusan ujan komprehensif. Huff…  padahal terlanjur jauh, dan aku sudah  sampai di ATM BRI depan kampus untuk ambil uang. Baru sampai depan pintu ATM, ternyata mesin ATM mati. Padahal uangku tinggal 2000 rupiah. Untuk naik len berangkat latihan khot di DKM aja kurang, apalagi untuk beli sarapan…. ya Allah…😦

Rabbisyrahli shadri wa yassirli amri… amin.

2 thoughts on “Sabar Stadium Akhir

  1. Alhamdulillah….Alangkah indah dunia ini dengan seizin dari-Nya Alloh SWT,hamba yang hina ini masih diberi kesempatan untuk bisa mengenal makhluk ciptaan-Nya yang lain.
    Entah harus ku tulis dan ku mulai dari mana untuk bisa mengatakan, betapa kagum dan takjubnya hamba. Membaca kisah-kisah perjuangan dalam menuntut ilmu di setiap harinya, melewati hari-hari dengan berbagai rasa. Sayang ku tiada pernah ada di sampingnya untuk berbagi sejuta kisah duka, canda, dan tawa. Harapku dan ingatku selalu dalam doaku, Semoga Alloh SWT selalu meridhoi perjuangan engkau sahabat.
    Semangat yang begitu membara kulihat di kedua pelupuk matanya, menyinarkan sejuta cerita yang syarat membawa makna dan hikmah.
    Dimanapun keberadaanmu seperti cahaya yang selalu menyinari gelapnya malam yang menanti sang mentari.
    Semoga sahabat menjadi umat yang bisa dibanggakan dihadapan Alloh SWT dan Rasul-Nya.
    Amiin….

  2. Pingback: kumpulan hadist tentang pernikahan | Sragen News Online

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s