Selalu Ada Jalan (2)

Banyak hal yang harus dihadapi, dan banyak hal itu memiliki jalannya masing-masing, meski proses menemukan jalan itu seringkali tidak mudah. Dan justru pada kesulitan itulah kita mampu merasakan kemudahan (kira2). Pada curhat kali ini (lha kok kayak khithobah gini), aku ingin menceritakan salah satu proses yang Alhamdulillah berhasil aku lewati. InsyaAllah…

Let’s continue it…

Pertama, aku coba curhat pada seseorang tentang niat untuk mengikuti kompetisi ini, ketika pembicaraan sampai pada masalah keuangan, beliau mengatakan bahwa aku tidak perlu memikirkan itu, aku hanya perlu menyiapkan karya dengan baik, karena beliau akan membantu apapun. Di akhir pembicaraan beliau menutup percakapan dengan ucapan “kalo ada apa2 jangan disimpan sendiri, dibicarakan saja karena pasti ada jalan keluarnya”. Alhamdulillah… min haitsu la yahtasib. Masalah pertama selesai karena sponshor sudah di tangan😀.

Kedua, Selama ini ketika mempersiapkan MTQ, aku tidak lepas dari bantuan teman2ku dalam mempersiapkannya, seperti tarkib, desain hiasan dan lain-lain. lalu kali ini, masalah tarkib nash maghribi, dalam waktu singkat sepertinya mustahil aku bisa mengatasinya dengan baik, sendirian lagi, benar2 tidak mempunyai gambaran sedikitpun L. Maha besar Allah, fikiran mulai cerah ketika kawan kaligrafer tadi memberikan contoh tarkib. Alhamdulillah sangat membantu untuk latihan. Masalah kedua selesai.

Ketiga, khawatir benar2 tidak punya waktu cukup untuk mengirim karya, aku putuskan pergi ke kantor pos untuk mencari kepastian. Menanyakan biaya pengiriman ke Turki dan deadline sampainya kiriman. Alhamdulillah, biaya pengiriman insyaa Allah masih dalam jangkauan dan customer servicenya meyakinkan aku bahwa kiriman akan sampai dalam waktu 3 atau 4 hari. Meski penjaganya benar2 kelihatan yakin, tapi tetap saja aku takut kemoloran2 akan terjadi, sebulan dua bulan, ahh,,, bisa sia-sia dong. Tapi yang dibutuhkan sekarang hanya usaha, selesai. Aku tergetkan tanggal 8 februari sudah bisa kirim karya, karena setelah itu harus bantu2 persiapan acara di rumah. Masalah ketiga selesai.

Keempat, aku hanya punya waktu kurang dua minggu sebelum sampai tanggal 8. Latihan intensif aku lakukan dan pembenaran2 tulisan terus berjalan. Ustadz belaid yang sangat aku harapkan untuk bisa memberi komentar tentang latihanku, harus bijak mengambil sikap untuk tidak terlalu interfensi terhadap persiapan nash musabaqah murid2 beliau. Karena posisi beliau tidak memungkinkan untuk itu. beruntung aku masih memiliki teman2 satu perjuangan, yang selalu bersedia membantu memberi masukan2 positif. Meski aku benar2 sangat stress, karena tulisan tak kunjung bagus, padahal pengiriman karya sudah tinggal hitungan jari L.

Kelima, bersamaan dengan latihan intensif, aku harus memikirkan bagaimana aku bisa mendapatkan kertas yang aku gunakan sebagai media pembuatan karya. Secara di Ngawi aku tak yakin bisa mudah mendapatkannya seperti ketika di Malang. Sudah keliling ke beberapa tempat ternyata g nemu. Sempat terfikir untuk kembali ke malang, cari kertas sekalian mengerjakan karya di sana. Tapi dalam kondisi rumah yang sedang repot, Abah pun tak mengijinkan rencanaku itu, dan diberikan alternatif agar aku ikut ke Solo sekalian beli kebutuhan yang ingin Abah cari. Nah, rencananya kami pergi ke Solo hari selasa tanggal 2 januari. Tapi karena Abah sakit, kepergian kami ditunda esok harinya, padahal itu juga blm tentu abah sudah sembuh. Kalopun belum sembuh abah akan tetap menemani pergi ke solo karena tahu kebutuhanku sangat mendesak, (mengharukan😥 ). Rabu pagi hari, ketika mengantarkan keponakan sekolah, abah pesan agar aku mampir dulu di percetakan langganan, barangkali kertasnya ada. Meski aku tidak yakin, aku mengiyakan pesan abah. Subhanallah, sampai ditempat percetakan dan mengutarakan kertas yang saya cari, dengan ragu penjualnya menunjukkan kertas kinstrik agak usang. Aku kegirangan, tepat sekali dengan yang aku inginkan, tebalnya pun kira2 ukuran berat minimal yang aku cari yaitu 150 gr. Ketika aku Tanya apa ada ukuran yang lain, penjualnya bilang itu bentuk kertas kinstrik satu2nya yang dia punya. Alhamdulillah, tak perlu lagi aku pergi ke solo…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s