Kosong

Malam ini serasa kosong. Duduk termenung di atas kursi tepat didepan daun pintu kamar, bersandingkan meja yang penuh dengan tumpukan kertas latihan khat maghribi. Sambil mendengarkan alunan musik dari mp3 kesayangan, entah sudah terhitung berapa kali lagu-lagu ini berputar menemani setiap kesendirian. Tak pernah bosan, bahkan selalu saja bisa menghibur.

Tepatnya hari ini hari kedua setelah kemarin bed rest di kamar karena flu berat. Meriang, batuk, demam, pilek dan bersin-bersin dah langganan setiap kali flu berat singgah. Aku akan menjamunya dengan decolgen saat siang dan sebelum tidur (kayak iklan aja). Besok pasti tidak separah hari ini. Dan benar, hari ini tinggal demam, batuk yang sangat sakit dan gatal ditenggorokan, untung masih bisa mengeluarkan suara untuk bernyanyi. Nyanyi adalah aktifitas spontan dimana dan kapan saja, jika tiba2 suara terasa berat dan sakit, nyanyipun jadi sulit. (penting gak sih…)

2 hal yang aku rasakan ketika dilanda sakit seperti ini. Tidak merasa lapar (beda dengan kehilangan nafsu makan) aku bahkan tidak lesu akibat tidak makan. Selain itu ketika flu, aku akan kehilangan rasa takut, bahkan terkunci di kamar mandi ketika listrik di kos padam, (aneh gak?)  padahal aku termasuk orang penakut.

Hari ini masih tetap berencana bed rest di kamar, meski aku tahu di SR (seni religius) ada LPJ kepanitiaan yang  penting untuk aku hadiri. Dan juga acara penting di Batu yang kabarnya butuh untuk dibantu. Tapi untuk acara kedua ini bukan acara prioritas. Setelah memberi kabar pada teman SR bahwa kondisiku tidak memungkinkan untuk  hadir, aku juga dapat kabar bahwa teman2 banyak juga yang tidak bisa hadir. Aku jadi berubah pikiran, sebagai pengurus inti mana bole aku membiarkan kegiatan SR berjalan sendiri tanpa didampingi?. Segera aku shalat ashar dan berangkat ke kampus. Aku sadar bahwa melarutkan diri dalam suatu kegiatan, maka sekian persen akan lebih cepat memberikan proses kesembuhan pada jiwa, dan benar… malam ini secara fisik aku telah kuat kembali.

Sesampai di kos sekitar jam 9pm, entah kenapa tiba2 terduduk di depan kamar. Otak ini sedang malas untuk berfikir yang berat2. Diam, kosong, tenang, dan hanyut. Sesekali berfikir dan bertanya, apakah menikmati kesendirian itu salah satu bentuk egoisme, individualis atau apalah istilahnya yang mengarah pada hal yang negatif?. Entahlah, selama ini aku hanya berusaha tidak merepotkan orang lain untuk mendengarkan keluhanku, keinginanku dan tuntutan2 terhadap lingkunganku. Namun ruang sabar itu, yang sampai saat ini masih menyisakan sudut kosong, untuk aku isi lagi, lagi dan lagi. Menunggu sang pemilik merenovasi ruang itu menjadi ruang yang lebih dari sekedar tempat pelampiasan. Kapan? Aku juga tidak tahu kapan, aku hanya tahu waktu itu benar-benar akan datang.

23 Desember 2009

3 thoughts on “Kosong

  1. alhamdulillah pagi ini dah punya rasa lapar, berarti dah sembuh dong… alhamdulillah!😀
    makanya, tmn2 juga harus jaga kesehatan!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s