Tammim Bil Khair

Waktu itu persiapan pembuatan makalah dan presentasi mata kuliah studi pemikiran orientalis terhadap hukum islam, aku kebagian materi orientalis dan hukum keluarga islam, yaitu mencari pemikiran2 para orientalis yang mengkaji dan menulis pemikiran mereka terhadap sistem hukum keluarga islam,,, tokoh ini adalah Joseph Scacth, buku karya JS tentang hukum keluarga islam merupakan satu2nya referensi rekomendasi yang sy pegang, dan ini tidak menjadi masalah mengingat masih sangat minim sekali tokoh orientalis yang membicarakan hukum islam dan sedikit sekali literatur yang mengangkat topik ini, referensi JS yang sy pegang adalah edisi yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia. Namanya juga terjemahan, dan mungkin bahasa yang digunakan terbilang berat, sy menemukan kesulitan dalam mengkaji dan memahami apa yang hendak disampaikan JS dalam bukunya. susunan redaksinya menimbulkan banyak persepsi untuk dijadikan sebagai sebuah pemahaman. Untuk belajar dan memahami saja sy mengalami kesulitan semacam ini, bagaimana sy bisa mempresentasikan apa yang sy sendiri belum bisa pahami? bagaimana sy menjawab pertanyaan yang diajukan temen2 nanti? Ya Allah…. Kekhawatiran2 ini semakin membuat sy gelisah apalagi semakin mendekati hari sy harus presentasi, apa yang akan sy lakukan nanti??? sy tidak mungkin hanya membaca makalah dan diam seribu bahasa dengan alasan tidak memahami materi yang saya smapaikan.

Hari H. Sy harus presentasi jam setengah satu dengan seorang kawan dari kelas lain. setelah memastikan makalah sudah digandakan, sy merencanakan untuk mendiskusikan materi yang akan sy presentasikan. Dalam hal ini sy hanya percaya pada teman dari madura, ruslan namanya, sy mengakui dalam hal pemikiran dia bisa diandalkan untuk diajak diskusi. Sy hanya punya waktu 3 jam untuk mendiskusikan sedikit materi dengan kawan sy itu. Membaca paragraf awal berulang2 ternyata dia juga merasakan kesulitan yang sama, tapi setidaknya sy punya teman untuk mengutarakan pendapat yang paling mendekati maksud yang tertuang dalam makalah tersebut,,, waktu habis dan tidak semua materi terdiskusikan… Bismillah… sy kembali ke kos, sholat dhuhur dan siap bertempur di meja presenter di kelas. Hal yang sedikit mengurangi rasa beban, bahwa dalam beberapa minggu terakhir, dosen menghendaki presentasi dilakukan dua materi sekaligus, dan biasanya presentasi semacam ini tidak begitu efektif untuk bisa concern terhadap apa yang disampaikan oleh presenter kepada mahasiswa, sy menjadikan situasi ini sebagai alasan mengapa sy tidak harus terlalu nervouse terhadap presentasi sy nanti. Beberapa menit sebelum masuk ke kelas, sy sempat mendiskusikan lagi apa yang sempat terfikir selama diperjalanan menuju kampus, sy ungkapkan apa yang menjadi pendapat sy mengenai suatu teori yang disampaikan JS dalam tulisannya yang tadi belum sempat sreg terhadap persepsi yang ditermukan, teman sy agaknya setuju dengan pendapat sy.

Tak lama, akhirnya kelas masuk, dosen menanyakan materi yang akan dibahas hari ini, beliau mengatakan bahwa materi tentang pemikiran orientalis terhadap hukum keluarga islam sangatlah penting dan materinya banyak bila dibandingkan dengan materi lain, untuk itu dosen menganjurkan agar presentasi hari ini cukup disampaikan satu materi saja (kelompok sy sj). Mendengar itu hati sy shock… ahhhhh…. ya Allah,,, berat sekali ujian yang harus hamba lalui hari ini. tidak ada perdebatan karena mau tidak mau sy harus presentasi.

Presentasi dimulai dengan pendahuluan apologis tentang masalah yang sy hadapi dengan harapan agar teman2 memahami kesulitan kami dan mau memberi banyak kontribusi berupa masukan2 yang belum terfikirkan oleh sy dan partner sy. presentasi selesai, 3 pertanyaan audience diajukan, 2 telah terjawab dan 1 pertanyaan terpaksa diakhiri karena waktu perkualiahan hampir habis. Karena dosen sy yang satu ini juga punya pertanyaan tersendiri sebagai bentuk tambahan nilai dan melihat kemampuan mahasiswa apakah makalah ini dibuat sendiri dan dipelajari. nah… pertanyaan audience yang belum sempat terjawab tadi dijadikan sebagai pertanyaan quiz untuk kami, dan kebetulan jatuh pada saya. Pertanyaan itu adalah seputar poligami di kalangan kaum sunni. yang mana materi ini sudah smpt sy diskusikan dengan teman sy itu termask sebelum masuk ke kelas tadi. dengan lumayan lancar (meski tahu belum tentu benar) sy menjawab pertanyaan dosen dengan percaya diri. dan ternyata… mumtaz… kebetulan jawabannya pas sekali… seketika itu juga perasaan sy plong dan luar biasa lega, mengingat kesulitan yang selama ini sy rasakan,,,

rabbi yassir wa la tu’assir, rabbi tammim bilkhair… alhamdulillah….

Malang, 2008

5 thoughts on “Tammim Bil Khair

  1. Assalamualaikum wr.wb
    pertamax,…. hehehe semoga sukses dengan presentasinya,… hukum islam aku tidak banyak tahu tapi mungkin mengerti sedikit-sedikit,…. wasaalamualaikum wr.wb

  2. wa’alaikumsalam wr.wb.
    btw ucapan selamat presentasinya dah telat. makalah tentang orientalis ini dah sy presentasikan tahun kemarin,😀
    suwun…
    wassalam!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s