Laporan PKL

Praktek Kerja Lapangan Integratif (PKLI) Fakultas Syari’ah Jurusan Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang angkatan 2006 dilaksanakan mulai tanggal 13 Juli sd 13 Agustus 2009. Begitu juga dengan fakultas lain, hanya waktu pelaksanaannya berbeda dan mayoritas lebih lama dibanding dengan fakultas syari’ah. Di fak. Syari’ah khususnya jurusan AS, mahasiswa yang telah memenuhi persyaratan mengikuti PKLI akan disebar di 6 Pengadilan Agama di Jawa Timur, yaitu Kota Malang, Kabupaten Malang, Pasuruan, Bangil, Kediri dan Blitar. Masing-masing kelompok terdiri dari kurang lebih 15 orang dari hasil pembagian jumlah mahasiswa AS semester 6 yaitu sekitar 100 mahasiswa. Jumlah peserta dalam satu kelompok ini terbilang banyak dibandingkan dengan fakultas lain yang satu kelompok PKL-nya hanya diikuti kurang lebih 5 orang.

Mengingat keikutsertaan saya pada MTQ jatim di Jember selama satu minggu akan memotong kegiatan PKLI, maka saya sengaja meminta rekomendasi khusus kepada fakultas agar ditempatkan di Malang, agar latihan intensif bisa tetap saya ikuti sampai nanti pemberangkatan MTQ. Alhamdulillah rekomendasi di ACC, dan saya ditempatkan di kota Malang yang kebetulan dekat dengan tempat di mana saya latihan kaligrafi bersama teman-teman el-Kamal.

PKLI tahun ini agaknya diberlakukan sistem yang berbeda dari tahun lalu, jika tahun lalu peserta PKLI hanya dibebani tugas di PA dan pengabdian masyarakat saja, maka kali ini ditambah dengan pengabdian di Madrasah Aliyah (MA). Jadwal kegiatanpun tidak dikoordinir terpusat oleh fakultas. Para peserta bersama Dosen Pendamping Lapangan (DPL) diberi kepercayaan penuh untuk merancang sendiri kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan ditempat PKLI dengan bekal materi pembekalan PKL yang dilaksanakan 4 hari sebelum pemberangkatan PKL. Seharusnya sistem baru ini meringankan bagi kami, namun kenyataanya terasa memberatkan bagi kami karena harus meraba-raba sendiri, ditambah lagi DPL kami kebetulan merupakan dosen baru untuk mendampingi peserta PKL. Lengkap sudah…..

PA kota Malang tempat kami PKL terletak di dekat terminal arjosari, di depan kantor DEPAG kota malang, tempat yang mudah dijangkau. Prediksi kegiatan-kegiatan yang akan kami lakukan seperti kami akan ikut membantu proses pendaftaran perkara, menyusun berkas-berkas, atau mengetik administrasi apa saja yang diperlukan, ternyata tidak terealisasi sama sekali. Kenyataanya kami mendapatkan materi dan teori layaknya kami kuliah di kampus. Hanya saja dosennya langsung dari para praktisi hukum yang expert dalam bidang hukum, dan kami akan mendapatkan jawaban yang riil dari apa yang kami pertanyakan tentang segala sesuatu yang berkenaan dengan pengadilan agama baik materiil maupun formil. Di PA kami juga bisa melihat langsung suasana pengadilan yang dipenuhi dengan orang2 yang terlibat masalah terutama perkara perceraian. Jika kita melihat pasangan yang datang ke KUA menunjukkan sikap dan ekspresi bahagia, di PA kita akan mendapati pasangan2 yang saling diam, nyaris tanpa ekspresi layaknya orang yang tidak saling kenal. Sesekali kami juga menyamar sebagai orang biasa (bukan mahasiswa) agar bisa berkomunikasi langsung dengan pihak berperkara. Ada yang dengan terbuka menceritakan apa yang sedang mereka alami, namun tidak sedikit yang cuek dan menutup diri. Sangat wajar….

Hal yang tidak ingin kami lewatkan adalah mengikuti jalannya sidang dan proses mediasi. Dalam mengikuti jalannya sidang, kami menganalisisnya lebih kepada apakah jalannya persidangan sudah sesuai dengan apa yang telah diatur dalam hukum acara, dan bagaimana hakim menghadapi orang-orang yang berperkara dengan bermacam-macam cerita yang berbeda. Kami juga diberi kesempatan untuk melakukan sidang semu sebagai bentuk praktek kemahiran hukum, hm… asyik juga…

Hal yang paling menarik bagi saya adalah mengikuti mediasi. Mediasi merupakan proses perdamaian yang harus diikuti oleh orang2 yang berperkara dalam kasus apapun dan dilakukan di luar persidangan. Mediasi baru dilegalkan dengan PERMA No. 1 tahun 2008. Dengan adanya PERMA ini tertanya sangat berpengaruh pada intensitas terjadinya sengketa terutama pada kasus perceraian. Tidak jarang para hakim mediator berhasil mendamaikan pasangan yang akan bercerai, hal ini juga tidak lepas dari cara mediator dalam mendamaikan para pihak. Mediator harus mempunyai kemampuan berkomunikasi dan mempengaruhi seseorang untuk intropeksi terhadap diri mereka masing-masing. Tentu saja dibekali dengan kecerdasan emosional dan spiritual mediator itu sendiri. Menjadi mediator adalah tugas yang sangat mulia, karena mereka tidak hanya bertanggung jawab mendamaikan para pihak yang sedang bersengketa, melainkan juga berdakwah. Sering saya mendapati para pihak menangis ketika sedang mediasi, jangankan mereka yang sedang berperkara, bahkan kami yang mengikuti mediasi di belakang para pihak tak jarang ikut menangis merenungi apa saja telah kami lakukan selama hidup di dunia ini.

Untuk MA kami sengaja memilih MA Al-Amin, selain madrasah ini dekat di tempat kami bermukim, madrasah ini mempunyai kondisi yang cukup unik untuk kami jadikan sebagai tempat PKL. Pasalnya dari 3 kelas yang terdiri dari kelas 1 sampai kelas 3, MA Al-Amin hanya memiliki jumlah murid 35 anak. Bisa dihitung satu kelas hanya diikuti sekitar 12 murid. Jumlah yang sangat sedikit jika dibandingkan dengan sekolah lain pada umumnya. Memang kurang pas jika mahasiswa fakultas syari’ah melaksanakan PKL di madrasah atau sekolah, karena basic kami bukan pengajar, sedangkan yang dituntut dari pihak sekolah pasti tidak jauh dari bidang ajar mengajar. Namun di awal perkenalan kami sudah menjelaskan bahwa kami akan memberikan konstribusi dalam bentuk penyuluhan atau seminar dan membantu kegiatan2 yang akan dilaksanakan sekolah. Alhamdulillah dari pihak sekolah menyadari itu, dan hal ini akan sangat membantu kelancaran kami dalam membuat laporan akhir

Sedangkan untuk pengabdian masyarakat, kami selalu berkoordinasi dengan kelurahan Purwodadi tentang kegiatan-kegiatan yang bisa kami dilaksanakan di daerah porwodadi. Kegiatan rutinan yang kami laksanakan yaitu dibaan putri setiap malam minggu, tahlilan setiap malam selasa dan mengajar TPQ. Kegiatan yang lain yaitu penyuluhan tentang pembinaan masyarakat tentang keluarga sakinah untuk pengajian bapak-bapak, dan sosialisasi tentang UU yang mengatur tentang KDRT dan perlindungan anak kepada ibu-ibu pengajian.

Tidak terasa sebulan ternyata sangat singkat sekali untuk diisi dengan kegiatan yang bermanfaat terutama yang bersifat sosial. Seharusnya kami diberikan waktu yang lebih panjang agar bisa memberikan konstribusi yang banyak kepada masyarakat. Tapi jika usulan itu benar-benar diterima, maka saya harus siap didemo oleh teman-teman satu fakultas,,, hehehehe…..

Terimakasih kepada segenap keluarga PA kota malang yang dengan ikhlas dan sabar membimbing kami. Kami bersyukur tidak mendapatkan bukti bahwa PA Kota Malang tidak cukup ”enak” untuk dijadikan tempat PKL. Kenyataan yang kami rasakan justru sebaliknya, bahkan kami telah menemukan banyak judul skrepsi (ralat: skripsi) berkat bimbingan dari pak Munasik (hakim PA kota Malang). ”kami kagum dengan bapak, terimakasih atas inspirasi masa depan, karir dan jodoh yang banyak kami dapatkan dari bapak”. ^_^

Tidak lupa terimasihku kepada teman-teman PKL yang selalu membuat aku tertawa atas keisengan dan canda tawa kalian, Muhammad Zulfikar, Muhammad Ihsan, Mahbub Ainurrofiq, Kholilurrahman, Endra Guntur Sakti, Jamaluddin, Arif Fahrurozi, Ilham Tanzilullah, Firman Junaidi, mas Sodrun (sy lupa nama aslimu mas… hehe), mas Rizki, mas Sava, Nafisatul Mukhayyaroh, Iva Kurniatin dan Indahwati. Terutama pada teman2 yang ikhlas menjadi tukang ojek selama aku wira-wiri ke tempat PKL dan tempat latihan kaligrafi, jamal dan kholil, InsyaAllah akan dibalas niat ikhlas kalian, AMIN.

bersama para hakim pengadilan agama kota malang


3 thoughts on “Laporan PKL

  1. wiii… puanjang banget ya, kalo suruh cerita aja semangat, coba kalo suruh nulis artikel atau nulis khot….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s