Second Mother

Bukan… jangan salah faham dulu. Second mother bukanlah sosok ibu tiri, bagiku second mother adalah kakak tertuaku. Mungkin kalian menganggap perhatian seorang kakak terhadap adiknya wajar2 saja, namanya juga saudara kandung. tapi bagiku lebih dari itu. Ibu kandungku sangat menyayangiku dan saudara2ku, dukungan moral dan nasihat beliau selalu saja memotivasi jiwaku untuk berusaha menjadi orang yang lebih baik dan berguna khususnya untuk agama. Namun ketika aku menuntut bahwa ibuku seharusnya melakukan lebih dari itu, aku segera merenungi bahwa setiap orang mempunyai keterbatasan untuk memberikan apa yang kita inginkan tidak terkecuali orang tua kita sendiri. “Fabiayyi aala irobbikuma tukaddziban”, sudah seharusnya aku bersyukur dengan apa yang aku miliki. Allah memang maha adil, apa yang tidak bisa aku dapatkan dari orang tuaku, aku bisa mendapatkannya dari kakak2ku. Mbak hanik selain sebagai seorang kakak, aku merasa dia juga ibu bagiku, mbak isma yang dulu aku anggap gak suka punya adik seperti aku, ternyata dia sangat memperhatikanku. tidak jarang aku menitikkan air  mata jika mengingat keindahan dan ketenangan jiwa jika aku kumpul bersama keluargaku. terima kasih ya Allah…

One thought on “Second Mother

  1. oohhh bunda ada dan tiada dirimu kan selalu ada di dalam hatiku…sebait lagu yang sangat mewakili perasaan sayang terhadap orangtua terutama ibu kita. well le’ ay take care disana nek mangan sing uakeh lan bergizi yoooo di lemuk ke awa’e ben tambah segerrrrr….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s