lebaran 1428H

Alhamdulillah untuk kesekian kalinya Allah masih memberikan kesempatan buat ak utk menikmati lebaran tahun ini bersama keluargaku di Ngawi.

Menjelang adzan shubuh pada hari pertama lebaran semua orang rumah akan sibuk dengan urusannya masing2. Abah mungkin semalaman tidak tidur mengawasi aktifitas masjid yang terus menerus mengumandangkan takbir, yang sebelumnya telah menyiapkan sound sistem yang ditambah dengan mixer agar kualitas suaranya lebih bagus. Ibu pasti sudah selesai dengan urusan masaknya, begitu juga dengan ka2ku, jadi tinggal menyiapkan pakaian untuk suaminya masing2, hehe… kalo ak dan mb’ isma masih baru mau nyetrika baju yang akan dipakai nanti, meski bajunya bukan baju baru, but it’s no problem, enjoy aj…

Seperti tahun2 sebelumnya, tradisi lebaran dirumah tak berubah. Masjid tempat sholat Id terletak tepat depan rumahku, sehingga teras depan rumah bs dimanfaatkan utk tempat makmum sholat, perempuan khususnya. Aku, ibu’, dan kedua ka2kku (mba’ isma dan mb’ hani) sengaja menggelar sajadah terlebih dahulu di teras depan rumah. Entah mengapa kami lbh senang sholat di dpn rmh, pdhl rmh kami paling dekat dg masjid (bahkan bapakku termasuk pengasuh masjid), seharusnya kami akan mencari tempat sholat di shaf paling depan dalam masjid, agar suasana bs lebih khusyuk, dan pahala yg dijanjikan kpd org yg shalatnya di shaf paling dpn akan kami dapatkan. Mungkin ini bisa dikatakan sebagai kebiasaan yang menjadi tradisi keluarga.

Setelah sholat Id kami tidak langsung memulai acara sungkeman keluarga, karena abah dan ibu harus terlebih dahulu mengikuti tahlilan di Masjid. Sementara itu ak dan kakakku akan sibuk berhias diri memakai baju yang indah sebagai bentuk penghormatan tgl 1 syawal. Saat acara sungkeman mulai semua berkumpul di rumah kecil dan sederhana tepat di depan rumah ka2ku. Semuanya berjalan dengan lancar, meski suasananya spaneng, mungkin bayangan masa2 sulit yang berhubungan dengan masalah keluarga muncul dalam benak masing2 individu yg ad dlm rumah itu. Abah memulai mauidhohnya dengan pelan da akhirnya jadi samar… betapa lelehan air mata yg mengalir di pipi orang tuaku yang mulai berkerut telah juga mencairkan air mataku…

Saling memaafkan dan intropeksi diri untuk masa depan yang lebih baik…. mungkin ini yang ingin dicapai dalam momen sungkeman ini, tapi ak sangsi dengan kata dan ucapan “maaf”, mata yang saling memandang, bibir yang saling tersenyum terkesan hampa… terlihat kosong… apakah sudah benar2 saling memafkan?atau mungkin ini hanya pikiran cengeng dari ‘anak ragil?’

………

kali ini ada yang berbeda, biasanya setelah sunkeman keluarga ak dan saudara2ku akan keliling tetangga untuk silaturrahmi, tapi karena ka2k kedua sedang hamil, ak dan saudara2 yg lainsilaturahmi ke tetangga tertentu. yang berbeda jg, biasanya setelah kami silaturrahmi ke tetangg, kami sekeluarga akan ziarah ke pesarean Mbah dan dilanjutkan denagn silaturrahmi ke dulur2 yg ada di Beran. Ketika si ragil bertanya “gak ke Beran ta bah?” abah menjawab “panas nduk… sesok isih iso…”, meski jawaban ini masuk akal, tapi bagiku tradisi silaturrahmi seperti ini seharusnya tidah boleh dikalahkan oleh cuaca, ya… jika besok kita masih punya kesempatan utk membuka mata… kalau tidak?

malam pertama pasti di rumah akan ramai dengan kunjungan orang2 desa pojok untuk silaturrahmi dengan keluargaku, sedangkan aku akan kewalhan mengisi, membagi dan mengisi lagi teko yang berisi sirup untuk para tamu, but it’s fun 4 me…dengan senang hati. Tapi malam ini telah aku lewatkan karena aku dan kakakku diajak ke caruban ke rumah bude saidah untuk berkenalan dengan seorang laki-laki…..?!

yang berbeda juga di H+3 mb’ vi2 sekluarga dtg, akhirnya ak bertemu dengan 2 keponakan cwok yang cakep. Zidan dan Zaki jadi teman baru buat chilya. Tak disangka amlam harinya p. sin dan sepupuku kiki juga datang menambah suasana ramai di rumah. Besoknya pun mb’ lulu pun tak ketinggalan ikut mengisi keceriaan keluarga kami… Mereka semua menjadi inspirasi buat saya, sosok yang tabah, kocak, pendiam, antusias, pemberani, foto genic dan yang lain diam2 menambah daftar motivasi dalam otakku. Thank you Allah, terimakasih keluargaku… U all my best inspiration!

4 thoughts on “lebaran 1428H

  1. ternyata jika rasa di tuangkan dalam sebuah kata – kata terasa ….berisi tempatnya i mean families in that storie. dirasa seperti sebuah keluarga yang punya khidupan yang unik. karena mampu menuangkan dengan menarik tak di nyana sebush kluarga yg aku pikir mungkin sprti kluarga 2 lain tampak terasa beda dengn tampilan deskripsi yang greget

  2. alangkah akan lebih indah lagi jika luapan perasaan yang ada di kemukakan secara nyata dan continue maksud’e istiqomah tidak hanya dalam sebuah media maya saja tapi juga media komunikasi langsung dengan manusianya ‘keterbukaan”……jadikan yang di depan mata sebagai sandaran karena dengan begitu orang di sekitarmu akan merasa berarti meski tak cukup memberikan kepuasan. ketika diam dan diam….. itu mungkin yang menjadikan serasa jauh di hati meski dekat di mata thank’s a lot ALLAH coz u give me him…shes the one sweethes sister i ever have

  3. ass.. halau le’ reuni II di prob “kursi patah” and
    ziarah wali nya ko’ ga di posting
    banyak yang menarik u di ungkapkan
    isnt that way???
    ta tunggu yoooo…..

  4. foto2nya dah tak edit mbak, tinggal posting aja. tapi kalo disini aku gak bisa ngenet lama2, makanya aku pengen pulang biar bisa online sepuasnya dirumah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s