<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>&#124; diyya &#124; &#187; diyya</title>
	<atom:link href="http://diyya.wordpress.com/author/diyya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://diyya.wordpress.com</link>
	<description>Tak akan berhenti mencari jati diri</description>
	<lastBuildDate>Sat, 26 Dec 2009 09:39:45 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='diyya.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/9d1a841bfec999a052be19552f3e990a?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>&#124; diyya &#124; &#187; diyya</title>
		<link>http://diyya.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://diyya.wordpress.com/osd.xml" title="| diyya |" />
		<item>
		<title>Last But Not Least</title>
		<link>http://diyya.wordpress.com/2009/12/26/last-but-not-least/</link>
		<comments>http://diyya.wordpress.com/2009/12/26/last-but-not-least/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Dec 2009 09:35:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>diyya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://diyya.wordpress.com/?p=409</guid>
		<description><![CDATA[Alhamdulillah… akhirnya sampai juga pada puncaknya. Tapi aku belum bisa pasang bendera sebagai tanda aku telah tiba pada hari ini. Karena menancapkan bendera masih butuh serangkaian proses lagi. Dan saat ini proses itu sedang aku jalani. Proses yang singkat tapi lumayan butuh usaha yang kuat. (paragraph retorika?   )
Sebenarnya hari ini dah gak bisa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diyya.wordpress.com&blog=1933893&post=409&subd=diyya&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Alhamdulillah… akhirnya sampai juga pada puncaknya. Tapi aku belum bisa pasang bendera sebagai tanda aku telah tiba pada hari ini. Karena menancapkan bendera masih butuh serangkaian proses lagi. Dan saat ini proses itu sedang aku jalani. Proses yang singkat tapi lumayan butuh usaha yang kuat. (paragraph retorika? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  )</p>
<p>Sebenarnya hari ini dah gak bisa dibilang lagi kuliah terakhir. Kuliah terakhir itu seharusnya dilaksanakan hari selasa kemarin. Sedangkan hari ini adalah hari sabtu (ya iyalah), maksudku hari cuti bersama sejak tanggal 4 desember 2009 sampai 28 desember 2009 yaitu senin lusa. Karena alasan pertemuan kuliah masih ada yang kurang satu pertemuan untuk jadwal hari sabtu, maka dosen minta hari ini tetap masuk kuliah. Maklumlah beliau berprofesi sebagai Hakim di PA Jember (saat ini), dan hanya punya waktu kosong sabtu dan minggu. Jadi ya demi kemaslahatan kami manut aja. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Jadi ingat kuliah minggu sabtu yang lalu. Kelompokku dapat giliran praktek sidang untuk perkara itsbat nikah. Masing-masing peran sudah dibagi untuk 9 orang, dan aku kebetulan dapat jatah hakim anggota. Namun karena hakim ketuanya mendapat halangan, akhirnya terjadi pergeseran peran. Aku bergeser ke kursi tengah alias hakim ketua dan teman yang seharusnya menjadi hakim ketua bergeser ke depan meja hijau alias Pemohon I. Untungnya dah dapat pengalaman mengikuti sidang di PA Kota Malang waktu PKLI, ditambah dengan modul hukum acara, insyaAllah  sudah punya gambaran bagaimana nanti harus berperan.</p>
<p>Ku ketok palu –<span style="text-decoration:line-through;">penghapus whiteboard</span>- tiga kali sebagai tanda dibukanya sidang. Beberapa proses pemeriksaan sudah dijalankan. Saatnya memeriksa saksi terakhir, dan hakim ketua bertanya kepada Pemohon I ;</p>
<p>Hakim ketua: “Pak Aziz (Pemohon I), apakah benar apa yang disampaikan oleh pak Irvan (saksi III), atau anda keberatan dengan kesaksian pak irvan?”.</p>
<p>Pemohon I: “Keberatan bu, pernyataan bahwa saya pinjam uang sebesar 100 Ringgit sebagai mahar itu tidak benar bu, itu uang saya sendiri”.</p>
<p>Hakim ketua: “bagaimana pak Irvan, pak aziz keberatan dengan pernyataan bapak tadi, bagaimana yang sebenarnya?”,</p>
<p>Saksi III: (masih kekeuh) “tidak bu, asli saya masih ingat bahwa Aziz ini pinjam uang ke sy bu”.</p>
<p>Hakim ketua: (agak jengkel) “bagaimana pak aziz?”</p>
<p>Pemohon I: “Sumpah bu hakim, itu uang saya sendiri, saya tidak pinjam pak Irvan untuk membayar mahar”</p>
<p>Hakim Ketua: (benar2 jengkel) “Pak Irvan, tolong katakan yang sebenarnya, bapak tadi sudah disumpah, jadi apapun yang bapak sampaikan harus benar adanya, jika ternyata bapak memberikan kesaksian palsu, bapak bisa kena tindak dipidana.”</p>
<p>Saksi III: “iya bu benar, pak Aziz pinjam uang 100 Ringgit dari saya untuk membayar mahar.”</p>
<p>Hakim Ketua: (Gludak) “baik, sidang kita lanjutkan ke proses selanjutnya (mengalihkan perhatian).”</p>
<p>Waktu latihan simulasi sidang memang tidak ada cerita pinjam uang untuk mahar, tapi Irfan gak ikut latihan simulasi, jadi mungkin dia gak tahu. Awalnya Aku fikir apa yang dikatakan oleh Irvan itu adalah skenario dia sendiri untuk improvisasi, jadi aku ikuti aja dulu, paling habis ini dia meralat apa yang diucapkan. Eh…. Dah berulang kali ditanya masih ngeyel aja, padahal aku dah menunjukkan ekspresi isyarat bahwa dia harus meralat ucapannya karena tidak sesuai dengan skenario sebenarnya. Ya udahlah, keburu ketahuan pak Edi bahwa ada ketidaksesuaian ini, aku langsung alihkan ke proses selanjutnya saja (slamet  <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ).</p>
<p>Ada yang lucu lagi, ketika giliran para hakim anggota untuk memeriksa saksi-saksi yang lain, aku manfaat untuk santai sedikit karena dari tadi sempat tegang. Kuseka peluh yang membanjiri wajah… eh… teman2 sekelas malah tertawa, kuseka sekali lagi, dan mereka tertawa lebih keras (Ada apa sih? <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  ). Ternyata sisa boardmarker yang masih menempel di penghapus whiteboar yang dari tadi aku pegang sebagai pengganti palu nempel semua di wajahku… (memalukan dunia persidangan <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  )</p>
<p>ya&#8230; akhirnya masa2 kuliah telah jadi kenangan. sekarang saatnya berjuang untuk Ujian Akhir dan segala proses menuju wisuda Mei 2010 (Amin Ya Allah!). Mohon Doanya!</p>
<p><em>Malang, 26 Desember 2009</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/diyya.wordpress.com/409/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/diyya.wordpress.com/409/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/diyya.wordpress.com/409/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/diyya.wordpress.com/409/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/diyya.wordpress.com/409/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/diyya.wordpress.com/409/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/diyya.wordpress.com/409/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/diyya.wordpress.com/409/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/diyya.wordpress.com/409/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/diyya.wordpress.com/409/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diyya.wordpress.com&blog=1933893&post=409&subd=diyya&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://diyya.wordpress.com/2009/12/26/last-but-not-least/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a12056b728f0bfe5d0d1e08022c3b4fe?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">diyya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kosong</title>
		<link>http://diyya.wordpress.com/2009/12/23/kosong/</link>
		<comments>http://diyya.wordpress.com/2009/12/23/kosong/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 17:20:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>diyya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://diyya.wordpress.com/2009/12/23/kosong/</guid>
		<description><![CDATA[Malam ini serasa kosong. Duduk termenung di atas kursi tepat didepan daun pintu kamar, bersandingkan meja yang penuh dengan tumpukan kertas latihan khat maghribi. Sambil mendengarkan alunan musik dari mp3 kesayangan, entah sudah terhitung berapa kali lagu-lagu ini berputar menemani setiap kesendirian. Tak pernah bosan, bahkan selalu saja bisa menghibur.
Tepatnya hari ini hari kedua setelah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diyya.wordpress.com&blog=1933893&post=406&subd=diyya&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Malam ini serasa kosong. Duduk termenung di atas kursi tepat didepan daun pintu kamar, bersandingkan meja yang penuh dengan tumpukan kertas latihan khat maghribi. Sambil mendengarkan alunan musik dari mp3 kesayangan, entah sudah terhitung berapa kali lagu-lagu ini berputar menemani setiap kesendirian. Tak pernah bosan, bahkan selalu saja bisa menghibur.<span id="more-406"></span></p>
<p>Tepatnya hari ini hari kedua setelah kemarin bed rest di kamar karena flu berat. Meriang, batuk, demam, pilek dan bersin-bersin dah langganan setiap kali flu berat singgah. Aku akan menjamunya dengan decolgen saat siang dan sebelum tidur (kayak iklan aja). Besok pasti tidak separah hari ini. Dan benar, hari ini tinggal demam, batuk yang sangat sakit dan gatal ditenggorokan, untung masih bisa mengeluarkan suara untuk bernyanyi. Nyanyi adalah aktifitas spontan dimana dan kapan saja, jika tiba2 suara terasa berat dan sakit, nyanyipun jadi sulit. (penting gak sih…)</p>
<p>2 hal yang aku rasakan ketika dilanda sakit seperti ini. Tidak merasa lapar (beda dengan kehilangan nafsu makan) aku bahkan tidak lesu akibat tidak makan. Selain itu ketika flu, aku akan kehilangan rasa takut, bahkan terkunci di kamar mandi ketika listrik di kos padam, (aneh gak?)  padahal aku termasuk orang penakut.</p>
<p>Hari ini masih tetap berencana bed rest di kamar, meski aku tahu di SR (seni religius) ada LPJ kepanitiaan yang  penting untuk aku hadiri. Dan juga acara penting di Batu yang kabarnya butuh untuk dibantu. Tapi untuk acara kedua ini bukan acara prioritas. Setelah memberi kabar pada teman SR bahwa kondisiku tidak memungkinkan untuk  hadir, aku juga dapat kabar bahwa teman2 banyak juga yang tidak bisa hadir. Aku jadi berubah pikiran, sebagai pengurus inti mana bole aku membiarkan kegiatan SR berjalan sendiri tanpa didampingi?. Segera aku shalat ashar dan berangkat ke kampus. Aku sadar bahwa melarutkan diri dalam suatu kegiatan, maka sekian persen akan lebih cepat memberikan proses kesembuhan pada jiwa, dan benar… malam ini secara fisik aku telah kuat kembali.</p>
<p>Sesampai di kos sekitar jam 9pm, entah kenapa tiba2 terduduk di depan kamar. Otak ini sedang malas untuk berfikir yang berat2. Diam, kosong, tenang, dan hanyut. Sesekali berfikir dan bertanya, apakah menikmati kesendirian itu salah satu bentuk egoisme, individualis atau apalah istilahnya yang mengarah pada hal yang negatif?. Entahlah, selama ini aku hanya berusaha tidak merepotkan orang lain untuk mendengarkan keluhanku, keinginanku dan tuntutan2 terhadap lingkunganku. Namun ruang sabar itu, yang sampai saat ini masih menyisakan sudut kosong, untuk aku isi lagi, lagi dan lagi. Menunggu sang pemilik merenovasi ruang itu menjadi ruang yang lebih dari sekedar tempat pelampiasan. Kapan? Aku juga tidak tahu kapan, aku hanya tahu waktu itu benar-benar akan datang.</p>
<p><em>23 Desember 2009</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/diyya.wordpress.com/406/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/diyya.wordpress.com/406/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/diyya.wordpress.com/406/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/diyya.wordpress.com/406/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/diyya.wordpress.com/406/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/diyya.wordpress.com/406/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/diyya.wordpress.com/406/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/diyya.wordpress.com/406/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/diyya.wordpress.com/406/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/diyya.wordpress.com/406/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diyya.wordpress.com&blog=1933893&post=406&subd=diyya&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://diyya.wordpress.com/2009/12/23/kosong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a12056b728f0bfe5d0d1e08022c3b4fe?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">diyya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Haji Perpisahan</title>
		<link>http://diyya.wordpress.com/2009/11/26/haji-perpisahan/</link>
		<comments>http://diyya.wordpress.com/2009/11/26/haji-perpisahan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 23:01:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>diyya</dc:creator>
				<category><![CDATA[My Beloved Family]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://diyya.wordpress.com/?p=393</guid>
		<description><![CDATA[Perpisahan memang identik dengan rasa kesedihan. Berpisah dengan orang lain, terutama jika berpisah dengan orang terdekat, akan menimbulkan rasa kehilangan. Tapi jika ditinggal oleh orang karena akan melaksanakan suatu tugas atau urusan tertentu, seperti seorang anak pergi untuk menimba ilmu yang jauh dari kampung halaman, maka kesedihan akan terasa berbeda. Terlebih jika kita berpamitan dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diyya.wordpress.com&blog=1933893&post=393&subd=diyya&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Perpisahan memang identik dengan rasa kesedihan. Berpisah dengan orang lain, terutama jika berpisah dengan orang terdekat, akan menimbulkan rasa kehilangan. Tapi jika ditinggal oleh orang karena akan melaksanakan suatu tugas atau urusan tertentu, seperti seorang anak pergi untuk menimba ilmu yang jauh dari kampung halaman, maka kesedihan akan terasa berbeda. Terlebih jika kita berpamitan dengan orang yang akan pergi haji, rasa senang, sedih, haru, bangga, khawatir, bahkan takut tidak bisa bertemu selepas pelaksanaan haji selesai, akan bercampur jadi satu. Setidaknya pengalaman ini yang pernah saya rasakan ketika mengiringi kepergian abah menuju ke makkah. Namun alhamdulillah abah pulang dengan sehat dan selamat, serta dalam keadaan iman yang bertambah, insyaAllah.</p>
<p>Namun, lain halnya dengan mbah putri (ibu dari abah). Pada sekitar tahun 76, mbah putri melaksanakan haji untuk pertama kalinya, seorang diri tanpa didampingi oleh mbah kung. Karena mbah kung telah terlebih dahulu berangkat haji sebagai jama’ah haji yang ditunjuk khusus oleh menteri agama (kyai masykur) untuk memimpin jama&#8217;ah haji kapal laut &#8220;Belle Abeto&#8221; kala itu. Akhirnya mbah putri berangkat didampingi oleh seorang teman.</p>
<div id="attachment_394" class="wp-caption aligncenter" style="width: 601px"><a href="http://diyya.files.wordpress.com/2009/11/mbah-putri.jpg"><img class="size-full wp-image-394" title="mbah putri" src="http://diyya.files.wordpress.com/2009/11/mbah-putri.jpg?w=591&#038;h=400" alt="" width="591" height="400" /></a><p class="wp-caption-text">pak malik, mbah kung, mbah putri, bude ma&#39;muriyah</p></div>
<p style="text-align:center;">
<p><span id="more-393"></span>Tampak pada foto kenangan di atas, foto itu diambil waktu hari pemberangkatan haji, mbah putri berpamitan dengan mbah kung, anak-anak beliau dan juga masyarakat. Tertangkap rasa haru yang sangat mendalam dirasakan oleh keluarga, terutama mbah kung. Entah rasa haru itu hanyalah perasaan sedih biasa karena akan ditinggal selama beberapa minggu, atau karena hal lain semacam firasat. Dan benar, pamitnya mbah putri tersebut tidak semata-mata pamitan untuk pergi haji, namun pamitan terakhir kalinya untuk pergi meninggalkan keluarga, masyarakat dan dunia untuk menuju ke sisi Allah dengan husnul khathimah.</p>
<p>Teman yang ditunjuk untuk mendampingi mbah putri menceritakan, bahwa mbah putri tutup usia pada hari kedua pelaksanakan ibadah haji. Setelah melaksanakan wukuf di padang arofah dan mabit di muzdalifah, mbah putri bersama para jamaah yang lain meninggalkan muzdalifah menuju mina yang saat itu ditempuh dengan berjalan kaki. Pada waktu tiba di mina, waktu itulah mbah putri menghembuskan nafas untuk terakhir kali dan meninggalkan segala urusan dunianya. Subhanallah, semoga Allah memberi tempat mbah putri di surga sebagaimana yang telah dijanjikan-Nya dalam sabda Nabi. Amin.</p>
<p>jadi judul haji perpisahan tersebut bukan menceritakan tentang haji wada&#8217;, akan tetapi cerita yang disampaikan oleh abah 2 hari yang lalu ketika kami membuka album keluarga yang penuh dengan kenangan. Terungkap rasa kangen dan bangga kepada mbah kung dan mbah putri meskipun saya tidak pernah bertemu dengan beliau berdua selama hidup.</p>
<p><em>Ngawi, 27 november 2009</em></p>
<p><em>10 dzulhijah 1423</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/diyya.wordpress.com/393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/diyya.wordpress.com/393/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/diyya.wordpress.com/393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/diyya.wordpress.com/393/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/diyya.wordpress.com/393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/diyya.wordpress.com/393/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/diyya.wordpress.com/393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/diyya.wordpress.com/393/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/diyya.wordpress.com/393/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/diyya.wordpress.com/393/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diyya.wordpress.com&blog=1933893&post=393&subd=diyya&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://diyya.wordpress.com/2009/11/26/haji-perpisahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a12056b728f0bfe5d0d1e08022c3b4fe?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">diyya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://diyya.files.wordpress.com/2009/11/mbah-putri.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">mbah putri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>bukan anak kesayangan</title>
		<link>http://diyya.wordpress.com/2009/11/04/384/</link>
		<comments>http://diyya.wordpress.com/2009/11/04/384/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 00:09:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>diyya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://diyya.wordpress.com/?p=384</guid>
		<description><![CDATA[
aku memang bukan anak kesayangan, yang diperhatikan dan diberi sanjungan
aku memang bukan anak kesayangan, yang selalu di beri buah tangan
aku memang bukan anak kesayangan, karena dia tidak memberiku kesempatan
aku memang bukan anak kesayangan, karena dimatanya aku tidak bisa diandalkan
aku memang bukan anak kesayangan, tapi aku punya kekuatan untuk selalu berusaha menjadi yang terbaik meski ia [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diyya.wordpress.com&blog=1933893&post=384&subd=diyya&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img title="jilbab" src="http://diyya.files.wordpress.com/2009/11/jilbab-kartun-18.jpg?w=200&#038;h=273" alt="jilbab" width="200" height="273" /></p>
<p>aku memang bukan anak kesayangan, yang diperhatikan dan diberi sanjungan<br />
aku memang bukan anak kesayangan, yang selalu di beri buah tangan<br />
aku memang bukan anak kesayangan, karena dia tidak memberiku kesempatan<br />
aku memang bukan anak kesayangan, karena dimatanya aku tidak bisa diandalkan<br />
aku memang bukan anak kesayangan, tapi aku punya kekuatan untuk selalu berusaha menjadi yang terbaik meski ia tidak memperdulikan</p>
<p><em>maret 2009</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/diyya.wordpress.com/384/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/diyya.wordpress.com/384/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/diyya.wordpress.com/384/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/diyya.wordpress.com/384/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/diyya.wordpress.com/384/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/diyya.wordpress.com/384/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/diyya.wordpress.com/384/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/diyya.wordpress.com/384/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/diyya.wordpress.com/384/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/diyya.wordpress.com/384/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diyya.wordpress.com&blog=1933893&post=384&subd=diyya&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://diyya.wordpress.com/2009/11/04/384/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a12056b728f0bfe5d0d1e08022c3b4fe?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">diyya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://diyya.files.wordpress.com/2009/11/jilbab-kartun-18.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">jilbab</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tammim Bil Khair</title>
		<link>http://diyya.wordpress.com/2009/10/21/tammim-bil-khair/</link>
		<comments>http://diyya.wordpress.com/2009/10/21/tammim-bil-khair/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Oct 2009 01:05:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>diyya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://diyya.wordpress.com/?p=372</guid>
		<description><![CDATA[
Waktu itu persiapan pembuatan makalah dan presentasi mata kuliah studi pemikiran orientalis terhadap hukum islam, aku kebagian materi orientalis dan hukum keluarga islam, yaitu mencari pemikiran2 para orientalis yang mengkaji dan menulis pemikiran mereka terhadap sistem hukum keluarga islam,,, tokoh ini adalah Joseph Scacth, buku karya JS  tentang hukum keluarga islam merupakan satu2nya referensi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diyya.wordpress.com&blog=1933893&post=372&subd=diyya&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></p>
<p style="text-indent:1.27cm;line-height:150%;" align="justify">Waktu itu persiapan pembuatan makalah dan presentasi mata kuliah studi pemikiran orientalis terhadap hukum islam, aku kebagian materi orientalis dan hukum keluarga islam, yaitu mencari pemikiran2 para orientalis yang mengkaji dan menulis pemikiran mereka terhadap sistem hukum keluarga islam,,, tokoh ini adalah Joseph Scacth, buku karya JS  tentang hukum keluarga islam merupakan satu2nya referensi rekomendasi yang sy pegang, <span id="more-372"></span>dan ini tidak menjadi masalah mengingat masih sangat minim sekali tokoh orientalis yang membicarakan hukum islam dan sedikit sekali literatur yang mengangkat topik ini, referensi JS yang sy pegang adalah edisi yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia. Namanya juga terjemahan, dan mungkin bahasa yang digunakan terbilang berat, sy menemukan kesulitan dalam mengkaji dan memahami apa yang hendak disampaikan JS dalam bukunya. susunan redaksinya menimbulkan banyak persepsi untuk dijadikan sebagai sebuah pemahaman. Untuk belajar dan memahami saja sy mengalami kesulitan semacam ini, bagaimana sy bisa mempresentasikan apa yang sy sendiri belum bisa pahami? bagaimana sy menjawab pertanyaan yang diajukan temen2 nanti? Ya Allah&#8230;. Kekhawatiran2 ini semakin membuat sy gelisah apalagi semakin mendekati hari sy harus presentasi, apa yang akan sy lakukan nanti??? sy tidak mungkin hanya membaca makalah dan diam seribu bahasa dengan alasan tidak memahami materi yang saya smapaikan.</p>
<p style="text-indent:1.27cm;line-height:150%;" align="justify">Hari H. Sy harus presentasi jam setengah satu dengan seorang kawan dari kelas lain. setelah memastikan makalah sudah digandakan, sy merencanakan untuk mendiskusikan materi yang akan sy presentasikan. Dalam hal ini sy hanya percaya pada teman dari madura, ruslan namanya, sy mengakui dalam hal pemikiran dia bisa diandalkan untuk diajak diskusi. Sy hanya punya waktu 3 jam untuk mendiskusikan sedikit materi dengan kawan sy itu. Membaca paragraf awal berulang2 ternyata dia juga merasakan kesulitan yang sama, tapi setidaknya sy punya teman untuk mengutarakan pendapat yang paling mendekati maksud yang tertuang dalam makalah tersebut,,, waktu habis dan tidak semua materi terdiskusikan&#8230; Bismillah&#8230; sy kembali ke kos, sholat dhuhur dan siap bertempur di meja presenter di kelas. Hal yang sedikit mengurangi rasa beban, bahwa dalam beberapa minggu terakhir, dosen menghendaki presentasi dilakukan dua materi sekaligus, dan biasanya presentasi semacam ini tidak begitu efektif untuk bisa concern terhadap apa yang disampaikan oleh presenter kepada mahasiswa, sy menjadikan situasi ini sebagai alasan mengapa sy tidak harus terlalu nervouse terhadap presentasi sy nanti. Beberapa menit sebelum masuk ke kelas, sy sempat mendiskusikan lagi apa yang sempat terfikir selama diperjalanan menuju kampus, sy ungkapkan apa yang menjadi pendapat sy mengenai suatu teori yang disampaikan JS dalam tulisannya yang tadi belum sempat sreg terhadap persepsi yang ditermukan, teman sy agaknya setuju dengan pendapat sy.</p>
<p style="text-indent:1.27cm;line-height:150%;" align="justify">Tak lama, akhirnya kelas masuk, dosen menanyakan materi yang akan dibahas hari ini, beliau mengatakan bahwa materi tentang pemikiran orientalis terhadap hukum keluarga islam sangatlah penting dan materinya banyak bila dibandingkan dengan materi lain, untuk itu dosen menganjurkan agar presentasi hari ini cukup disampaikan satu materi saja (kelompok sy sj). Mendengar itu hati sy shock&#8230; ahhhhh&#8230;. ya Allah,,, berat sekali ujian yang harus hamba lalui hari ini. tidak ada perdebatan karena mau tidak mau sy harus presentasi.</p>
<p style="text-indent:1.27cm;line-height:150%;" align="justify">Presentasi dimulai dengan pendahuluan apologis tentang masalah yang sy hadapi dengan harapan agar teman2 memahami kesulitan kami dan mau memberi banyak kontribusi berupa masukan2 yang belum terfikirkan oleh sy dan partner sy. presentasi selesai, 3 pertanyaan audience diajukan, 2 telah terjawab dan 1 pertanyaan terpaksa diakhiri karena waktu perkualiahan hampir habis. Karena dosen sy yang satu ini juga punya pertanyaan tersendiri sebagai bentuk tambahan nilai dan melihat kemampuan mahasiswa apakah makalah ini dibuat sendiri dan dipelajari. nah&#8230; pertanyaan audience yang belum sempat terjawab tadi dijadikan sebagai pertanyaan quiz untuk kami, dan kebetulan jatuh pada saya. Pertanyaan itu adalah seputar poligami di kalangan kaum sunni. yang mana materi ini sudah smpt sy diskusikan dengan teman sy itu termask sebelum masuk ke kelas tadi. dengan lumayan lancar (meski tahu belum tentu benar) sy menjawab pertanyaan dosen dengan percaya diri. dan ternyata&#8230; mumtaz&#8230; kebetulan jawabannya pas sekali&#8230; seketika itu juga perasaan sy plong dan luar biasa lega, mengingat kesulitan yang selama ini sy rasakan,,,</p>
<p style="text-indent:1.27cm;line-height:150%;" align="justify"><em>rabbi yassir wa la tu&#8217;assir, rabbi tammim bilkhair&#8230; alhamdulillah&#8230;.</em></p>
<p style="line-height:150%;" align="justify"><em>Malang, 2008</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/diyya.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/diyya.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/diyya.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/diyya.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/diyya.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/diyya.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/diyya.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/diyya.wordpress.com/372/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/diyya.wordpress.com/372/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/diyya.wordpress.com/372/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diyya.wordpress.com&blog=1933893&post=372&subd=diyya&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://diyya.wordpress.com/2009/10/21/tammim-bil-khair/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a12056b728f0bfe5d0d1e08022c3b4fe?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">diyya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cita2 yang Tertunda</title>
		<link>http://diyya.wordpress.com/2009/10/15/cita2-yang-tertunda/</link>
		<comments>http://diyya.wordpress.com/2009/10/15/cita2-yang-tertunda/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 23:33:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>diyya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://diyya.wordpress.com/?p=373</guid>
		<description><![CDATA[
Beberapa waktu yang lalu aku bersama 3 orang teman pergi ke Blitar, menghadiri pernikahan teman, kami memanggilnya mbak zaki. Hari yang penuh momen itu tidak hanya berarti bagi mbak zaki, aku pun ikut merasakan kebahagiaan yang dia rasakan. Hal yang membuat menarik dari mbak zaki bukan karena bagaimana dia mengenal dan menjalin hubungan dengan calon [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diyya.wordpress.com&blog=1933893&post=373&subd=diyya&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify">Beberapa waktu yang lalu aku bersama 3 orang teman pergi ke Blitar, menghadiri pernikahan teman, kami memanggilnya mbak zaki. Hari yang penuh momen itu tidak hanya berarti bagi mbak zaki, aku pun ikut merasakan kebahagiaan yang dia rasakan. <span id="more-373"></span>Hal yang membuat menarik dari mbak zaki bukan karena bagaimana dia mengenal dan menjalin hubungan dengan calon pendampingnya, yang menarik adalah bahwa mbak zaki seorang hafidzah. Aku selalu memandang orang yang hafal qur’an adalah orang-orang yang ‘menarik’. Sejak mengenal mbak zaki, aku merasa sangat antusias ketika mbak zaki mulai bercerita tentang mulai kapan dia hafal al-Qur’an, bagaimana cara menghafal al-qur’an, suka duka menghafal al-Qur’an, kehidupan para penghafal al-Qur’an dan sejumlah cerita penuh hikmah di dalam kehidupan penghafal al-Qur’an.</p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify">Sebenarnya aku iri melihat para hufadz. Sepertinya mereka adalah orang –orang khusus yang diberi kelebihan sehingga bisa menghafalkan al-Qur’an. Namun teori ini berubah ketika aku berfikir bahwa menghafal al-Qur’an sebenarnya bukanlah pilihan, menurutku menghafal al-Qur’an itu adalah keharusan kita sebagai umat Islam yang mengimani bahwa al-Qur’an adalah kitab suci yang menjadi pedoman hidup.</p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify">Sewaktu kecil, beberapa kali diajak orang tua untuk menjenguk kakak2 yang sedang mondok di Pondok al-Qur’an Nurul Huda Singosari. Aku hanya tahu bahwa Nurul Huda adalah pondok yang memfasilitasi santrinya untuk menghafal al-Qur’an. Tapi akak2ku tidak menghafal al-Qur’an (menghafal tapi blm smp khatam). Tapi aku merasa begitu termotivasi bahwa kelak aku akan menjadi hafidzah. Aku berangan2 bahwa jika tidak ada (dari saudara2ku) yang menghafal al-Qur’an, maka aku harus menghafal al-Qur’an. Aku ingin buat orang tuaku bangga (semangatku kala itu).</p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify">Tapi herannya, kenapa waktu itu (ketika masih kecil) cita2 itu tidak pernah terungkap?. Atau sebenarnya terungkap, hanya saja orang tua kurang memahami keinginan anaknya. Akhirnya ketika sudah lulus MI, aku merencanakan ingin mondok di malang juga seperti ka2ku dan orang tuaku. Tapi karena pertimbangan jarak, akhirnya aku ditempatkan disalah satu pondok di ponorogo. Aku sangat semangat, meski Ibu sebenarnya tidak menginginkan aku mondok, karena saat itu saudara2ku juga mondok, jadi tidak ada yang menemani orang tua di rumah.</p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify">Ketika sudah beberapa waktu berada di pondok, aku baru sadar, ternyata aku sedang mondok di pondok salaf, pondok yang menekankan pengajian kitab kuning, bukan tempatnya santri menghafalkan al-Qur’an. aku tidak lantas pasrah begitu saja. Aku merencanakan program menghafal al-Qur’an sendiri, meski kadang sungkan ketika teman2 mendapati aku sedang menghafal al-Qur’an, aku hanya tidak ingin dianggap berbeda. Dengan jadwal yang padat mulai dari shubuh sampai mau tidur, aku tidak bisa concern terhadap hafalanku, lambat laun akhirnya keadaan mulai mengalahkan niatku juga. Aku pun meninggalkan hafalanku yang belum genap bahkan satu juz (sebanrnya dua juz, yang satu juz amma,,, hehehe….)</p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify">Memasuki dunia perkuliahan, niat itu kembali muncul ketika aku tahu bahwa di intra kampus ada lembaga JQH. Namun keaktifanku di JQH terkalahkan dengan aktifitas di organisasi lain yang mewadahi minat dan bakat tentang kaligrafi, akupun memutuskan untuk tetap eksis di dunia kaligrafi. Sehingga aku merencanakan, nanti setelah aku lulus kuliah, aku ingin mondok satu tahun saja, untuk benar2 memulai menghafal al-Qur’an. selanjutnya bisa difikirkan bagaimana enaknya nanti.</p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify">Keinginan untuk mondok setelah kuliah aku sampaikan pada abah 2 tahun yang lalu, beliau (seingatku) kurang merespon niatku itu, dengan pertimbangan aku sudah terlalu dewasa (tua kali ya…) untuk mulai menghafal al-Qur’an, jadi lebih baik melanjutkan studi atau yang lain. Pada Kesempatan pulang kampung puasa kemarin, aku kembali ngomong2 tentang niatku itu pada abah, abah bilang &#8220;ya tidak apa2 kalo pengen mondok menghafalkan al-Qur’an”. lho… terang saja aku kaget, karena justru yang abah katakan sekarang terbalik dengan apa yang sudah abah sampaikan dua tahun yang lalu. Padahal sekarang aku sudah merubah pandanganku (rencanaku).</p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;" align="justify">Aku kemudian bercerita ke Ibu, mengenang masa lalu tentang cita2ku yang tertunda itu. aku menyampaikan, tidak apa2 lah jika aku tidak bisa (belum) mewujudkan cita2ku menjadi seorang hafidzah. Kelak ketika aku sudah berkeluarga, aku akan membimbing anak2ku (hehe…) dan mengarahkan kepada mereka supaya menjadi hafidz/ah. Aku yakin jika sejak dini kita mengenalkan al-Qur’an kepada anak2, maka tidak mustahil mereka akan menyerap dengan cepat, InsyaAllah… Kemudian, Ibu pun menambah pandangan masa depanku itu dengan berkata “jika kamu tidak bisa menjadi penghafal al-Qur’an, ya nanti semoga mendapat suami yang hafal al-Qur’an dan didik anak2mu untuk menghafal al-Qur’an”. Subhanallah…. Mendengar doa tulus itu hatiku merasa sejuk,,, namun yang tidak terbesit di dalam fikiranku bahwa aku akan mendapat suami yang hafidz, sy fikir peluang itu sangat kecil. Aku hanya bisa berkata “AMIN”.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center">
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><em>Allah selalu mendengarkan kepada hambanya yang mau meminta dan berdoa.</em></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="center"><em>Wallahu A’lam…..</em></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><em>Malang</em></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><em>Selasa, 13 Oktober 2009</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/diyya.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/diyya.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/diyya.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/diyya.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/diyya.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/diyya.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/diyya.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/diyya.wordpress.com/373/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/diyya.wordpress.com/373/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/diyya.wordpress.com/373/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diyya.wordpress.com&blog=1933893&post=373&subd=diyya&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://diyya.wordpress.com/2009/10/15/cita2-yang-tertunda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a12056b728f0bfe5d0d1e08022c3b4fe?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">diyya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Eid Mubarak!</title>
		<link>http://diyya.wordpress.com/2009/09/18/eid-mubarak/</link>
		<comments>http://diyya.wordpress.com/2009/09/18/eid-mubarak/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Sep 2009 14:24:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>diyya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://diyya.wordpress.com/2009/09/18/eid-mubarak/</guid>
		<description><![CDATA[Send this eCard 
!
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diyya.wordpress.com&blog=1933893&post=366&subd=diyya&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href='http://www.123greetings.com/events/eid_ul_fitr/family/family6.html'><img src='http://i.123g.us/c/edec_eidulfitr_family/th/105192_th.gif' border='0'></a><a href='http://www.123greetings.com/events/eid_ul_fitr/family/family6.html'>Send this eCard </p>
<p>!</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/diyya.wordpress.com/366/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/diyya.wordpress.com/366/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/diyya.wordpress.com/366/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/diyya.wordpress.com/366/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/diyya.wordpress.com/366/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/diyya.wordpress.com/366/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/diyya.wordpress.com/366/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/diyya.wordpress.com/366/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/diyya.wordpress.com/366/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/diyya.wordpress.com/366/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diyya.wordpress.com&blog=1933893&post=366&subd=diyya&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://diyya.wordpress.com/2009/09/18/eid-mubarak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a12056b728f0bfe5d0d1e08022c3b4fe?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">diyya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i.123g.us/c/edec_eidulfitr_family/th/105192_th.gif" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Laporan PKL</title>
		<link>http://diyya.wordpress.com/2009/08/25/laporan-pkl/</link>
		<comments>http://diyya.wordpress.com/2009/08/25/laporan-pkl/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2009 23:10:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>diyya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://diyya.wordpress.com/?p=356</guid>
		<description><![CDATA[
Praktek Kerja Lapangan Integratif (PKLI) Fakultas Syari’ah Jurusan Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang angkatan 2006 dilaksanakan mulai tanggal 13 Juli sd 13 Agustus 2009. Begitu juga dengan fakultas lain, hanya waktu pelaksanaannya berbeda dan mayoritas lebih lama dibanding dengan fakultas syari’ah. Di fak. Syari’ah khususnya jurusan AS, mahasiswa yang telah memenuhi persyaratan mengikuti [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diyya.wordpress.com&blog=1933893&post=356&subd=diyya&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Praktek Kerja Lapangan Integratif (PKLI) Fakultas Syari’ah Jurusan Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang angkatan 2006 dilaksanakan mulai tanggal 13 Juli sd 13 Agustus 2009. <span id="more-356"></span><span lang="sv-SE">Begitu juga dengan fakultas lain, hanya waktu pelaksanaannya berbeda dan mayoritas lebih lama dibanding dengan fakultas syari’ah. Di fak. Syari’ah khususnya jurusan AS, mahasiswa yang telah memenuhi persyaratan mengikuti PKLI akan disebar di 6 Pengadilan Agama di Jawa Timur, yaitu Kota Malang, Kabupaten Malang, Pasuruan, Bangil, Kediri dan Blitar. Masing-masing kelompok terdiri dari kurang lebih 15 orang dari hasil pembagian jumlah mahasiswa AS semester 6 yaitu sekitar 100 mahasiswa. Jumlah peserta dalam satu kelompok ini terbilang banyak dibandingkan dengan fakultas lain yang satu kelompok PKL-nya hanya diikuti kurang lebih 5 orang. </span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE"> Mengingat  keikutsertaan saya pada MTQ jatim di Jember selama satu minggu akan memotong kegiatan PKLI, maka saya sengaja meminta rekomendasi khusus kepada fakultas agar ditempatkan di Malang, agar latihan intensif bisa tetap saya ikuti sampai nanti pemberangkatan MTQ. Alhamdulillah rekomendasi di ACC, dan saya ditempatkan di kota Malang yang kebetulan dekat dengan tempat di mana saya latihan kaligrafi bersama teman-teman el-Kamal.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE"> PKLI tahun ini agaknya diberlakukan sistem yang berbeda dari tahun lalu, jika tahun lalu peserta PKLI hanya dibebani tugas di PA dan pengabdian masyarakat saja, maka kali ini ditambah dengan pengabdian di Madrasah Aliyah (MA). Jadwal kegiatanpun tidak dikoordinir terpusat oleh fakultas. Para peserta bersama Dosen Pendamping Lapangan (DPL) diberi kepercayaan penuh untuk merancang sendiri kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan ditempat PKLI dengan bekal materi pembekalan PKL yang dilaksanakan 4 hari sebelum pemberangkatan PKL. Seharusnya sistem baru ini meringankan bagi kami, namun kenyataanya terasa memberatkan bagi kami karena harus meraba-raba sendiri, ditambah lagi DPL kami kebetulan merupakan dosen baru untuk mendampingi peserta PKL. Lengkap sudah&#8230;..</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE"> PA kota Malang tempat kami PKL terletak di dekat terminal arjosari, di depan kantor DEPAG kota malang, tempat yang mudah dijangkau. Prediksi kegiatan-kegiatan yang akan kami lakukan seperti kami akan ikut membantu proses pendaftaran perkara, menyusun berkas-berkas, atau mengetik administrasi apa saja yang diperlukan, ternyata tidak terealisasi sama sekali. Kenyataanya kami mendapatkan materi dan teori layaknya kami kuliah di kampus. Hanya saja dosennya langsung dari para praktisi hukum yang </span><span lang="sv-SE"><em>expert </em></span><span lang="sv-SE">dalam bidang hukum, dan kami akan mendapatkan jawaban yang riil dari apa yang kami pertanyakan tentang segala sesuatu yang berkenaan dengan pengadilan agama baik materiil maupun formil. Di PA kami juga bisa melihat langsung suasana pengadilan yang dipenuhi dengan orang2 yang terlibat masalah terutama perkara perceraian. Jika kita melihat pasangan yang datang ke KUA menunjukkan sikap dan ekspresi bahagia, di PA kita akan mendapati pasangan2 yang saling diam, nyaris tanpa ekspresi layaknya orang yang tidak saling kenal. Sesekali kami juga menyamar sebagai orang biasa (bukan mahasiswa) agar bisa berkomunikasi langsung dengan pihak berperkara. Ada yang dengan terbuka menceritakan apa yang sedang mereka alami, namun tidak sedikit yang cuek dan menutup diri. Sangat wajar&#8230;.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="fi-FI"> Hal yang tidak ingin kami lewatkan adalah mengikuti jalannya sidang dan proses mediasi. Dalam mengikuti jalannya sidang, kami menganalisisnya lebih kepada apakah jalannya persidangan sudah sesuai dengan apa yang telah diatur dalam hukum acara, dan bagaimana hakim menghadapi orang-orang yang berperkara dengan bermacam-macam cerita yang berbeda. Kami juga diberi kesempatan untuk melakukan sidang semu sebagai bentuk praktek kemahiran hukum, hm&#8230; asyik juga&#8230;<br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE"> Hal yang paling menarik bagi saya adalah mengikuti mediasi. </span><span lang="fi-FI">Mediasi merupakan proses perdamaian yang harus diikuti oleh orang2 yang berperkara dalam kasus apapun dan dilakukan di luar persidangan. Mediasi baru dilegalkan dengan PERMA No. 1 tahun 2008. </span><span lang="sv-SE">Dengan adanya PERMA ini tertanya sangat berpengaruh pada intensitas terjadinya sengketa terutama pada kasus perceraian. Tidak jarang para hakim mediator berhasil mendamaikan pasangan yang akan bercerai, hal ini juga tidak lepas dari cara mediator dalam mendamaikan para pihak. </span><span lang="fi-FI">Mediator harus mempunyai kemampuan berkomunikasi dan mempengaruhi seseorang untuk intropeksi terhadap diri mereka masing-masing. Tentu saja dibekali dengan kecerdasan emosional dan spiritual mediator itu sendiri. Menjadi mediator adalah tugas yang sangat mulia, karena mereka tidak hanya bertanggung jawab mendamaikan para pihak yang sedang bersengketa, melainkan juga berdakwah. </span><span lang="sv-SE">Sering saya mendapati para pihak menangis ketika sedang mediasi, jangankan mereka yang sedang berperkara, bahkan kami yang mengikuti mediasi di belakang para pihak tak jarang ikut menangis merenungi apa saja telah kami lakukan selama hidup di dunia ini.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE"> Untuk MA kami sengaja memilih MA Al-Amin, selain madrasah ini dekat di tempat kami bermukim, madrasah ini mempunyai kondisi yang cukup unik untuk kami jadikan sebagai tempat PKL. Pasalnya dari 3 kelas yang terdiri dari kelas 1 sampai kelas 3, MA Al-Amin hanya memiliki jumlah murid 35 anak. Bisa dihitung satu kelas hanya diikuti sekitar 12 murid. Jumlah yang sangat sedikit jika dibandingkan dengan sekolah lain pada umumnya. Memang kurang pas jika mahasiswa fakultas syari’ah melaksanakan PKL di madrasah atau sekolah, karena basic kami bukan pengajar, sedangkan yang dituntut dari pihak sekolah pasti tidak jauh dari bidang ajar mengajar. Namun di awal perkenalan kami sudah menjelaskan bahwa kami akan memberikan konstribusi dalam bentuk penyuluhan atau seminar dan membantu kegiatan2 yang akan dilaksanakan sekolah. Alhamdulillah dari pihak sekolah menyadari itu, dan hal ini akan sangat membantu kelancaran kami dalam membuat laporan akhir</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE"> Sedangkan untuk pengabdian masyarakat, kami selalu berkoordinasi dengan kelurahan Purwodadi tentang kegiatan-kegiatan yang bisa kami dilaksanakan di daerah porwodadi. Kegiatan rutinan yang kami laksanakan yaitu dibaan putri setiap malam minggu, tahlilan setiap malam selasa dan mengajar TPQ. </span><span lang="fi-FI">Kegiatan yang lain yaitu penyuluhan tentang pembinaan masyarakat tentang keluarga sakinah untuk pengajian bapak-bapak, dan sosialisasi tentang UU yang mengatur tentang KDRT dan perlindungan anak kepada ibu-ibu pengajian.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="fi-FI"> Tidak terasa sebulan ternyata sangat singkat sekali untuk diisi dengan kegiatan yang bermanfaat terutama yang bersifat sosial. Seharusnya kami diberikan waktu yang lebih panjang agar bisa memberikan konstribusi yang banyak kepada masyarakat. Tapi jika usulan itu benar-benar diterima, maka saya harus siap didemo oleh teman-teman satu fakultas,,, hehehehe&#8230;..</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE"> Terimakasih kepada segenap keluarga PA kota malang yang dengan ikhlas dan sabar membimbing kami. Kami bersyukur tidak mendapatkan bukti bahwa PA Kota Malang tidak cukup ”enak” untuk dijadikan tempat PKL. Kenyataan yang kami rasakan justru sebaliknya, bahkan kami telah menemukan banyak judul skrepsi (ralat: skripsi) berkat bimbingan dari pak Munasik (hakim PA kota Malang). ”kami kagum dengan bapak, terimakasih atas inspirasi masa depan, karir dan jodoh yang banyak kami dapatkan dari bapak”. ^_^</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE"> Tidak lupa terimasihku kepada teman-teman PKL yang selalu membuat aku tertawa atas keisengan dan canda tawa kalian, Muhammad Zulfikar, Muhammad Ihsan, Mahbub Ainurrofiq, Kholilurrahman, Endra Guntur Sakti, Jamaluddin, Arif Fahrurozi, Ilham Tanzilullah, Firman Junaidi, mas Sodrun (sy lupa nama aslimu mas&#8230; hehe), mas Rizki, mas Sava, Nafisatul Mukhayyaroh, Iva Kurniatin dan Indahwati. Terutama pada teman2 yang ikhlas menjadi tukang ojek selama aku wira-wiri ke tempat PKL dan tempat latihan kaligrafi, jamal dan kholil, InsyaAllah akan dibalas niat ikhlas kalian, AMIN.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE"><img class="aligncenter size-full wp-image-363" title="bersama para hakim pengadilan agama kota malang" src="http://diyya.files.wordpress.com/2009/08/depan-pa1.jpg?w=655&#038;h=339" alt="bersama para hakim pengadilan agama kota malang" width="655" height="339" /><br />
</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="sv-SE"><br />
</span></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/diyya.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/diyya.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/diyya.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/diyya.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/diyya.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/diyya.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/diyya.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/diyya.wordpress.com/356/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/diyya.wordpress.com/356/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/diyya.wordpress.com/356/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diyya.wordpress.com&blog=1933893&post=356&subd=diyya&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://diyya.wordpress.com/2009/08/25/laporan-pkl/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a12056b728f0bfe5d0d1e08022c3b4fe?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">diyya</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://diyya.files.wordpress.com/2009/08/depan-pa1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">bersama para hakim pengadilan agama kota malang</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerita MTQ</title>
		<link>http://diyya.wordpress.com/2009/08/24/cerita-mtq/</link>
		<comments>http://diyya.wordpress.com/2009/08/24/cerita-mtq/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Aug 2009 23:17:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>diyya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://diyya.wordpress.com/2009/08/24/cerita-mtq/</guid>
		<description><![CDATA[

Secara umum, pelaksanaan MTQ ke 23 tingkat propoinsi jawa timur yang dilaksanakan di kabupaten Jember berjalan dengan lancar dan baik. Namun jika dibandingkan dengan pelaksanaan MTQ sebelumnya, dalam MTQ kali ini terdapat perbedaan sistem maupun pelayanan yang mengarah pada peningkatan namun juga penurunan kualitas.
Seperti halnya MTQ yang telah lalu, kegiatan utamanya bertempat di stadion yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diyya.wordpress.com&blog=1933893&post=347&subd=diyya&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></p>
<p><!-- 		@page { margin: 2cm } 		P { margin-bottom: 0.21cm } --></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span lang="fi-FI">Secara umum, pelaksanaan MTQ ke 23 tingkat propoinsi jawa timur yang d</span><span lang="fi-FI">ilaksanakan di kabupaten Jember berjalan dengan lancar dan baik. <span id="more-347"></span>Namun jika dibandingkan dengan pelaksanaan MTQ sebelumnya, dalam MTQ kali ini terdapat perbedaan sistem maupun pelayanan yang mengarah pada peningkatan namun juga penurunan kualitas.</span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="fi-FI" align="justify">Seperti halnya MTQ yang telah lalu, kegiatan utamanya bertempat di stadion yang telah dihias dan direnovasi sedemikian rupa sehingga tampak indah dan megah. Sayang karena jadwal lomba hiasan mushaf akan dilaksanakan esok hari saya tidak bisa mengikuti kemeriahan pembukaan MTQ yang dibuka secara langsung oleh Gubernur Jawa Timur, jadi harus stay in hotel to prepare the competition.</p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span lang="fi-FI">Rabu 29 juli 2009, jam 07.00 berangkat ke SECABA tempat di mana lomba kaligrafi dilaksanakan. </span><span lang="fi-FI">Saya dengan teman seperjuangan dari kafilah kabupaten Malang sengaja memilih tempat yang berdampingan di posisi paling depan berhadapan dengan dewan hakim. Tidak begitu menegangkan, justru terasa meyakinkan <span style="text-decoration:line-through;">optimisku</span>. Proses mengerjakan karya saya awali dengan berdoa, selanjutnya mengalir begitu saja. Saya hanya berfikir bahwa saya harus memaksimalkan khot yang akan saya tulis, karena nilai tertinggi ada di situ. Saya harus malu jika tidak bisa menampilkan yang terbaik, Setidaknya dihadapan pembina saya, tentu saja menyesuaiakan dengan kemampuanku. </span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span lang="fi-FI">Sebelum dhuhur </span><span lang="fi-FI">saya sudah menyelesaikan pewarnaan dasar, habis dhuhur saya mulai menulis, menulis dengan sangat hati2 dan tenang. Alhamdulillah kelar juga, tapi tiba2 dewan hakim mengumumkan waktu tinggal 60 menit lagi, padahal ornamen belum saya isi sama sekali, waktu satu jam tidak akan mungkin cukup untuk menyelesaikan karya ini. Terfikir apa saja yang sudah saya lakukan sehingga waktu berjalan di luar rencan saya. Tak peduli&#8230; saya harus fokus mengerjakan karya. Waktu telah habis dan saya mengisi ornamen seadanya. </span><span lang="fi-FI"><em>Wallahu a’lam.</em></span><span lang="fi-FI"> </span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span lang="fi-FI">Selesai lomba semangatku yang menggebu-gebu selama ini lenyap begitu saja, namun jika saat itu saya harus bersedih,  maka perasaan itu tidak begitu menyelimuti, emosiku datar, bingung merealisasikan perasaan yang harus saya ekspresikan. mungkin untuk kegegalan  inilah kemarin saya merasa harus bersedih. Temanku memberi semangat bahwa saya bisa masuk setidaknya 6 besar, namun entahlah&#8230; yang jelas partner mushaf sesama kafilah lebih meyakinkan untuk memasuki peringkat, setidaknya hal ini mengurangi kekecewaanku. Esoknya semua terjawab, temanku Ahmad Rodhi mendapat posisi 5 besar, sedangkan saya harus berbesar hati karena tidak mendapatkan posisi seperti yang sudah ditargetkan. </span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Tinggal menunggu hasil dekorasi dan naskah. Untuk dekorasi temanku Ali Murtadho mewakili kabupaten Malang seorang diri tanpa ada pasangan putri, karena dengan berbagai pertimbangan dari kafilah maka beberapa peserta yang diakui potensial justru dimutasi ke daerah lain, kami tidak pernah benar-benar tahu apa alasannya sehingga dibuat keputusan seperti ini. Mas Ali menyelesaikan karya dengan tuntas dan cukup menarik perhatian pengunjung. Tidak sedikit yang merasa yakin bahwa karyanya bisa bersaing di tingkat final. Namun lagi-lagi dia harus berbesar hati karena kenyataan tidak menghendaki demikian.</p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span lang="sv-SE">Hal serupa terjadi juga di cabang naskah. Naskah putra yang diwakili oleh Abdul Muntaqim tidak mendapatkan posisi, sedang naskah putri yang diwakili oleh Lailiatul Mubtadi’ah menempati posisi 9 besar. Sekilas teringat tentang segala proses yang telah kami lakukan selama ini, tapi kami sudah sangat kuat untuk mengendalikan perasaan kecewa berkat gemblengan mental dari pak bambang. </span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span lang="sv-SE">Tugas kami selanjutnya adalah menganalisis karya hasil lomba terutama karya-karya yang berhasil menduduki peringkat 6 besar, kemudian dibandingkan dengan karya-karya lain (yang tidak masuk 6 besar). Mencoba mengukur kemampuan kami dan teman-teman yang lain dengan para juara. </span><span lang="sv-SE">Menilai dimana letak kekurangan dan kelebihan yang dimiliki satu sama lain. Berdasarkan apa yang sering menjadi pembicaraan bahwa terdapat beberapa karya yang dirasa ”mungkin” kurang begitu memenuhi standar penilaian lomba, terutama kaidah khot yang memang menjadi center of interest karya yang dilombakan. Namun apapun itu saya pribadi ingin mengembalikan penilaian objektif kepada teman-teman yang mengikuti lomba atau teman-teman yang sekedar mengikuti perjalanan MKQ dan bahkan yang hanya bisa mendengar cerita MTQ.</span></p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="sv-SE" align="justify">Kami ingin sedikit mengapresiasikan sebuah evaluasi atau masukan demi kesuksesan MKQ yang lebih baik lagi pada kesempatan selanjutnya.</p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span lang="fi-FI">Hendaknya 	seluruh karya lomba bisa ditampilkan kepada publik, sebagaimana 	pelaksanaan MKQ di MTQ tingkat nasional. Selain para peserta akan 	merasa dihargai karena karyanya bisa ditampilkan, hal ini juga 	sangat bermanfaat bagi seluruh peserta agar bisa mengukur kemampuan 	masing-masing, dan mengetahui dimana letak kekurangan dan kelebihan 	yang mereka miliki.</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="fi-FI" align="justify">Transparansi para dewan hakim dalam memberikan penilaian hasil karya 	peserta, seperti halnya yang telah dilaksanakan di Blitar dua tahun 	yang lalu (nilai kaidah dan keindahan disosialisasikan secara 	terperinci).</p>
</li>
</ol>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" lang="fi-FI" align="justify">Selain itu kami tidak ingin isu-isu bahwa dewan hakim menilai hasil lomba khot karena adanya unsur subyektif <span style="text-decoration:line-through;">karena anak binaannya, atau karena permintaan-permintaan tidak halal dari pihak yang ingin menang secara tidak supportif</span> terbukti. Kami yakin para dewan hakim telah mengerahkan segala tenaga dan fikiran demi memunculkan kader generasi khotot dan khototoh yang berkualitas dan siap untuk berkompetisi pada event yang lebih tinggi demi meninggikan kalimat-kalimat Allah dan mengharumkan nama Jawa Timur sebagaimana semestinya. Mengingat amanah dan sumpah yang telah dilaksanakan oleh dewan hakim bukanlah formalitas belaka.</p>
<p style="text-indent:1.27cm;margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><span lang="fi-FI">Finally&#8230;. Mengutip pesan dari orang-orang yang telah menjadi inspirator dalam hidup saya ini. Jadikan event-event lomba kaligrafi sebagai ajang mengukur kemampuan dan motivasi untuk terus istiqomah berlatih dan mengasah potensi yang ada dalam diri kita. Hal yang harus kita pegang bahwa ”Keberhasilan itu bukanlah tercapainya tujuan tapi lebih pada proses yaitu komitmen dan konsistensi kita menjalaninya”. </span><span lang="sv-SE">Mario Teguh (motivator) juga bilang, ”Jika kita harus gagal, maka gagallah dalam hal kebaikan”. </span>Kepada Allah kembali segala urusan.</p>
<p style="margin-bottom:0;line-height:150%;" align="justify"><em>(kepada keluarga, guru, dan teman-temanku &gt; thank you for your wishes and for remembering me in your prayers, may Allah’s blessing always be with U all. Amin) </em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/diyya.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/diyya.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/diyya.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/diyya.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/diyya.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/diyya.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/diyya.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/diyya.wordpress.com/347/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/diyya.wordpress.com/347/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/diyya.wordpress.com/347/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diyya.wordpress.com&blog=1933893&post=347&subd=diyya&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://diyya.wordpress.com/2009/08/24/cerita-mtq/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a12056b728f0bfe5d0d1e08022c3b4fe?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">diyya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>cinta pertama dan terakhir</title>
		<link>http://diyya.wordpress.com/2009/08/12/cinta-pertama-dan-terakhir/</link>
		<comments>http://diyya.wordpress.com/2009/08/12/cinta-pertama-dan-terakhir/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2009 13:41:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>diyya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://diyya.wordpress.com/?p=339</guid>
		<description><![CDATA[
sebelumnya ku ikat hatiku
hanya untuk aku seorang
sekarang kau di sini
hilang rasanya
semua bimbang tangis kesepian
kau buat aku bertanya
kau buat aku mencari
tentang rasa ini aku tak mengerti
apakah sama jadinya bila bukan kamu
lalu senyummu menyadarkanku
kau cinta pertama dan terakhirku
sebelumnya tak mudah bagiku
tertawa sendiri di kehidupan yang kelam ini
sebelumnya rasanya tak perlu
membagi kisahku tak ada yang mengerti
sekarang kau  disini
hilang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diyya.wordpress.com&blog=1933893&post=339&subd=diyya&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><span id="more-339"></span></p>
<p>sebelumnya ku ikat hatiku</p>
<p>hanya untuk aku seorang</p>
<p>sekarang kau di sini</p>
<p>hilang rasanya</p>
<p>semua bimbang tangis kesepian</p>
<p>kau buat aku bertanya</p>
<p>kau buat aku mencari</p>
<p>tentang rasa ini aku tak mengerti</p>
<p>apakah sama jadinya bila bukan kamu</p>
<p>lalu senyummu menyadarkanku</p>
<p>kau cinta pertama dan terakhirku</p>
<p>sebelumnya tak mudah bagiku</p>
<p>tertawa sendiri di kehidupan yang kelam ini</p>
<p>sebelumnya rasanya tak perlu</p>
<p>membagi kisahku tak ada yang mengerti</p>
<p>sekarang kau  disini</p>
<p>hilang rasanya semua bimbang tangis kesepian</p>
<p>bila suatu saat kau harus pergi</p>
<p>jangan paksa aku tuk cari yang lebih baik</p>
<p>karena senyummu menyadarkanku</p>
<p>kaulah cinta pertama dan terakhirku</p>
<p><em>(Song lyric cinta pertama dan terakhir by sherina)</em></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/diyya.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/diyya.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/diyya.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/diyya.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/diyya.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/diyya.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/diyya.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/diyya.wordpress.com/339/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/diyya.wordpress.com/339/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/diyya.wordpress.com/339/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=diyya.wordpress.com&blog=1933893&post=339&subd=diyya&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://diyya.wordpress.com/2009/08/12/cinta-pertama-dan-terakhir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/a12056b728f0bfe5d0d1e08022c3b4fe?s=96&#38;d=monsterid&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">diyya</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>